“Kerusuhan 4 November 2016” Realita Memalukan buat Wahdah Islamiyah, dkk yang Membenarkan Demonstrasi

oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-

Wahdah Islamiyah melalui juru bicaranya, Ust. Yusran Anshar dengan “gagah berani” membolehkan dan memerintahkan pengikut dan masyarakat Islam untuk melakukan aksi demonstrasi 4 November 2016.

Pernyataan ini amat menyalahi fatwa para ulama yang ternama semisal Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Al-Albaniy, Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh, Syaikh Muqbil, Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Al-Fauzan, Syaikh Abdul Muhsin dan semua ulama besar Saudi Arabia. (Sebagian fatwa mereka, silakan baca di : https://goo.gl/Uir434)

Ketika mereka (Wahdah Islamiyah, cs.) menyalahi fatwa ulama mu’tabar dan ternama yang telah melalui proses panjang dalam mencari ilmu dan menyebarkannya di tengah umat, maka tidak ada yang mereka (WI) petik melainkan BUAH PAHIT dari fatwa pembolehan demonstrasi yang disuarakan oleh Ust. Yusran sebagai pembicara resmi Wahdah Islamiyah.

Sebuah perkara yang perlu diingat oleh Ust. Yusran, kedamaian yang anda impikan dalam aksi demo hanyalah KAMUFLASE dan ILUSI yang telah menipu anda untuk menuruti hawa nafsu.

Kini apa yang terjadi pada AKSI 4 NOVEMBER 2016? Kerusuhan tidak terhindar!!

“Seorang mukmin yang cerdik, tidak akan jatuh dalam lubang yang sama.”

Ketahuilah wahai saudaraku bahwa para ulama kita yang ternama itu, tidaklah melarang dari semua bentuk demo (damai atau rusuh), melainkan karena mereka memandang bahwa demo merupakan pintu besar terjadinya kerusuhan dan pemberontakan.

Kepada saudara-saudaraku di Wahdah Islamiyah, sadarlah dan kembalilah kepada para ulama-ulama yang kami sebutkan dan jauhilah hawa nafsu kalian serta janganlah kalian menyeret umat ini kepada kerusuhan, kekacauan, pembunuhan, melakukan perusakan, kehancuran dan kebinasaan, melalui demo yang kalian serukan dimana-mana.

Demo yang kalian lakukan dengan menggerakkan massa bukanlah wasilah (sarana) dakwah yang benar dan dibolehkan agama, bahkan ia merupakan salah satu praktik kaum Khawarij yang telah membunuh Utsman bin Affan melalui aksi demo yang mereka lakukan di zaman itu. BUAHNYA PAHIT, mereka membunuh manusia yang mulia, Ustman bin Affan -radhiyallahu anhu-.

Syaikh Sholih bin Abdillah Al-Fauzan –hafizhahullah– pernah ditanya,

“Apakah termasuk wasilah (sarana) dakwah, melakukan demonstrasi demi menyelesaikan prolematika umat Islam?”

Syaikh Sholih bin Abdillah Al-Fauzan –hafizhahullah– menjawab

الجواب: «ديننا ليس دين فوضى، ديننا دين انضباط، دين نظام ودين سكينة، المظاهرات ليست من أعمال المسلمين وما كان المسلمون يعرفونها، ودين الإسلام دين هدوء ودين رحمة لا فوضى فيه، ولا تشويش ولا إثارة فتن، هذا هو دين الإسلام والحقوق يتوصل إليها دون هذه الطريقة بالمطالبة الشرعية والطرق الشرعية، هذه المظاهرات تحدث فتنا، وتحدث سفك دماء وتحدث تخريب أموال فلا تجوز هذه الأمور » أ. هـ من ((الإجابات المهمة في المشاكل الملمة محمد الحصين ص .100 ))

“Agama kita bukan agama kekacauan. Agama kita adalah agama yang teratur dan sakinah (tenang). DEMONSTRASI bukanlah pekerjaan kaum muslimin. Kaum muslimin tidaklah pernah mengenalnya. Agama Islam adalah agama ketenangan dan agama rahmat (kasih syang). Tidak ada kekacauan di dalamnya serta tidak ada pula ada gangguan dan memancing fitnah (musibah) di dalamnya. Inilah dia agama Islam.

Hak-hak dapat dicapai tanpa melalui metode (demo) ini, (tapi) dengan cara menuntut sesuai syariat metode-metode syar’i. DEMONSTRASI ini akan menimbulkan fitnah (musibah dan ujian), melahirkan pertumpahan darah, membuahkan perobohan (perusakan) harta benda. Jadi, hal-hal ini tidak boleh!!” [Lihat Al-Ijabat Al-Muhimmah fi Al-Masyakil Al-Mulimmah, (hal. 100) oleh Muhammad Al-Hushoin

Klaim bahwa demo itu bisa damai adalah khayalan dan ramalan masa depan yang tidak ada jaminan. Adakah diantara kita yang tahu dan mendapatkan jaminan bahwa demo –apalagi dalam jumlah besar- tidak ada kerusuhan di dalamnya?! Jawabnya, tidak ada, melainkan Allah saja yang tahu.

Kemudian, perlu kita pahami bahwa demo dengan kedua jenisnya, dilarang dan diharamkan dalam agama melalui penjelasan dan fatwa para ulama, karena ia mengandung madhorot –selain kerusuhan- yang banyak sekali. Diantara madhorotnya, seperti yang dijelaskan oleh Akhuna Ust. Sofyan Chalid :

Beberapa Dampak Buruk Demonstrasi

  1. Memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada penguasa, terlebih jika nasihat dalam demo tersebut tidak diindahkan oleh penguasa, maka akibatnya akan semakin memprovokasi massadan menceraiberaikan kesatuan kaum muslimin (lihat Fathul Bari, 13/51-52)
  1. Cara mengingkari kemungkaran penguasa dengan terang-terangan mengandung penentangan terhadapnya (lihat Umdatul Qaari, 22/33, Al-Mufhim, 6/619)
  1. Pencemaran nama baik dan ghibah kepada penguasa yang dapat mengantarkan kepada perpecahan masyarakat dan pemerintah muslim (lihat Umdatul Qaari, 22/33)
  1. Mengakibatkan masyarakat tidak mau menaati penguasa dalam hal yang baik (lihat Haqqur Ro’i, hal. 27)
  1. Menyebabkan permusuhan antara pemimpin dan rakyatnya (lihat Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 99)
  1. Menjadi sebab ditolaknya nasihat oleh penguasa (lihat Fathul Bari, 13/52)
  1. Menyebabkan tertumpahnya darah seorang muslim, sebagaimana yang terjadi pada sahabat yang mulia Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu akibat demonstrasi kaum khawarij (lihat Syarah Muslim, 18/118)
  1. Menghinakan sulthan Allah, yang telah Allah takdirkan sebagai penguasa muslim (lihat As-Sailul Jarror, 4/556)
  1. Munculnya riya’ dalam diri pelakunya (lihat Madarikun Nazhor, hal.211)
  1. Mengganggu ketertiban umum
  1. Menimbulkan kemacetan di jalan-jalan
  1. Merusak stabilitas ekonomi
  1. Tidak jarang adanya ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita) ketika demonstrasi, bahkan pada demo yang mereka sebut Islami sekali pun
  1. Menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat
  1. Mengikuti jalan ahlul bid’ah (Khawarij) dan orang-orang kafir. Wallahu A’lam.

[http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/ ]

Jadi, inilah beberapa alasan kenapa demonstrasi (dengan kedua jenisnya) adalah haram dalam agama!

Kemudian perlu anda ketahui bahwa Demonstrasi yang dinyatakan DAMAI oleh Wahdah Islamiyah pada 4 November 2016, ternyata berakhir dengan kerusuhan. Semoga dengannya Wahdah mau mengambil pelajaran berharga darinya. Andai mereka cerdik, cukuplah peristiwa AKSI DEMO REFORMASI 1998 menjadi ibrah bagi mereka. [https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/11/mengenang-buah-pahit-peristiwa.html]

Aksi dan realita memalukan dari AKSI “DAMAI” 4 November 2016, berupa terjadinya kerusuhan antara aparat dengan demonstran, dapat anda saksikan disini melaui video singkat berikut : https://goo.gl/3fzlQl 

 

 

Sumber : https://abufaizah75.blogspot.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: