Ustadz Sunnah, Kajian Sunnah

 USTADZ SUNNAH, KAJIAN SUNNAH

Segala puji hanya bagi Allah ta’ala, dengan pertolongan-Nya, kemudian perjuangan, ilmu dan hikmah para da’i dan ikhwan sunnah dengan berbagai sarana dakwah, maka kajian-kajian sunnah pun semakin marak dan tersebar, di masjid-masjid, kantor-kantor, dari desa hingga perkotaan.

Bersamaan dengan itu pula, kajian-kajian yang tidak berlandaskan sunnah dengan sendirinya berangsur meredup, melemah, tersingkir bahkan tak sedikit yang akhirnya ‘punah’,

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: Telah datang yang benar dan telah lenyap yang batil, sungguh yang batil itu pasti lenyap.” [Al-Isra’: 81] Lanjutkan membaca “Ustadz Sunnah, Kajian Sunnah”

Iklan

Penjelasan Ringkas tentang Salafi, Manhaj Salaf dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Penjelaskan Ringkas tentang Salafi, Manhaj Salaf dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

✅ Manhaj artinya menurut bahasa adalah metode, jalan, tata cara.

? Adapun arti Salaf menurut bahasa adalah yang telah berlalu dan telah mendahului. Sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan Salaf adalah generasi pertama umat Islam yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu’anhum.

✅ Maka yang dimaksud dengan manhaj Salaf adalah metode Salaf dalam beragama.

? Pengikutnya di sebut Salafi, yaitu orang yang meneladani metode Salaf dalam beragama.

✅ Merekalah yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena selalu mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bersatu di atas kebenaran serta tidak memberontak kepada Pemerintah Muslim.

➡ Selain Salafi atau Ahlus Sunnah wal Jama’ah maka disebut ahlul bid’ah wal furqoh, yaitu orang yang berbuat bid’ah dan berpecah dalam agama karena menyimpang dari jalan beragamanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu’anhum atau memberontak terhadap Pemerintah Muslim.

? Salafi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, pengikut sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat, merekalah golongan yang selamat.

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى

? “Dan akan berpecah umatku menjadi 73 kelompok, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu yang mengikuti aku dan para sahabatku.” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shohihul Jami: 9474]

➡ Diantara ciri khusus manhaj Salaf; Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang membedakan dengan kelompok-kelompok lain adalah:

1) Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat, bukan pemahaman pribadi atau kelompok dan organisasi tertentu.

2) Mendahulukan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah daripada akal, perasaan, mimpi, wangsit atau pendapat siapa pun.

3) Senantiasa menegakkan tauhid dan sunnah, menjauhi syirik dan bid’ah. Senantiasa berusaha untuk taat kepada Allah ta’ala dan tidak meremehkan dosa sekecil apa pun.

4) Menjaga ukhuwah dan persatuan di atas kebenaran, bukan di atas kesesatan. Dan saling menasihati dan mengingatkan bahaya kesesatan.

5) Memuliakan ulama dan taat kepada pemerintah muslim dalam perkara yang tidak bertentangan dengan hukum Allah, dan tidak memberontak kepada pemimpin muslim yang adil maupun zalim, tetapi menasihati secara sembunyi-sembunyi, tidak mengghibah dan menyebarkan aib-aib pemerintah muslim.

? Semoga Allah ta’ala memberikan taufiq kepada kita semuanya untuk dapat meneladani metode Salaf dalam beragama hingga meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

sumber : http://sofyanruray.info/penjelaskan-ringkas-tentang-salafi-manhaj-salaf-dan-ahlus-sunnah-wal-jamaah/

Meluruskan Pemikiran Dai STIBA-Wahdah Islamiyah yang Membolehkan Demonstrasi Silmiyyah ‘Damai’

Demonstrasi bukan Perkara Duniawi Semata

(Bantahan bagi Dai STIBA-Wahdah Islamiyah yang Membolehkan Demonstrasi Silmiyyah ‘Damai’)

==============================================
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-
==============================================

Seorang ikhwah bertanya kepada kami via What’sApp tentang pernyataan yang terkirim kepadanya melalui media sosial tersebut. Pernyataan itu ditulis oleh seorang dai STIBA yang beralamat :

Masjid Anas bin Malik, STIBA Makassar.

Makassar , 1 Nov 2016.

By. Abu Najla Al-Bughisy Al-Ambony.

Di dalam selebaran itu, dai tersebut membuat pernyataan,

“Demo hanya persoalan sarana, duniawi, bukan ibadah mahdhah, hukum asalnya boleh.

Pernyataan ini perlu kita koreksi dalam beberapa poin berikut :

Pertama, pokok dari syubhat ini bahwa hukum asal demo adalah mubah (boleh)!

Untuk menyanggah hal ini, kami nukilkan sanggahannya dari Guru kami yang mulia, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badrhafizhahullah– saat beliau membantah seorang dai yang membolehkan muzhoharot silmiyyah(Demonstrasi Damai),

تقدم أن الأصل فيها استيرادها من الغرب وأنها لا تخلو من مفاسد وأضرار أقلها التضييق على الناس في طرقاتهم وأن كبار العلماء في هذه البلاد وكذا الشيخ محمد بن ناصر الدين الألباني قالوا بتحريمها لما يترتب عليها من أضرار

“Telah berlalu (keterangannya) bahwa asalnya demonstrasi diadopsi dari barat (baca : kaum kafir, pent.) dan bahwa demo damai tidak akan lepas dari berbagai kerusakan dan madhorot. Minimalnya, membuat kemacetan bagi manusia di jalan-jalan mereka, dan bahwa para ulama besar di negeri ini, demikian pula Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy menyatakan pengharaman demo damai, karena sesuatu lahir darinya berupa madhorot-madhorot.” [Lihat Tanbihat ala Maqol Haula Ibahah Al-Muzhoharot As-Silmiyyah (3/4-4/4)][1]

Kedua, Demo bukanlah sarana yang mubah dalam inkarul munkar (mengingkari kemungkaran). Kemudian perlu diketahui bahwa tidak semua sarana hukum asalnya mubah (boleh), bahkan terkadang ada sarana yang haram atau bid’ah. Apalagi dalam urusan dakwah dan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Lanjutkan membaca “Meluruskan Pemikiran Dai STIBA-Wahdah Islamiyah yang Membolehkan Demonstrasi Silmiyyah ‘Damai’”

MEMILIH GURU DENGAN MELIHAT SIAPA TEMAN BERGAULNYA

Teman bergaul sedikit banyak akan memberikan pengaruh ke dalam diri seseorang. Bahkan salah bergaul termasuk penyesalan terbesar di hari kiamat.

➡ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا، يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا، لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya), seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman karibku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan itu adalah penipu manusia.” [Al-Furqon: 27-29]  Lanjutkan membaca “MEMILIH GURU DENGAN MELIHAT SIAPA TEMAN BERGAULNYA”

HEBOH, KUBUR NABI ISA TERUNGKAP

oleh :

Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-

[Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Gowa]

Itulah berita headline yang pernah muncul ke permukaan. Berita heboh ini langsung menyeruak ke seantero dunia, akibat penelitian yang dilakukan oleh sejumlah orang dari kalangan kaum kafir, sehingga menimbulkan pro dan kontra di kalangan manusia, termasuk umat Islam.

Penelitian ini sebenarnya didasari oleh sebuah keyakinan (baca: asumsi) yang terdapat dalam Al-Kitab (Bibel) bahwa Nabi Isa atau“Yesus” menurut istilah mereka, telah meninggal dan dikuburkan saat itu. Lanjutkan membaca “HEBOH, KUBUR NABI ISA TERUNGKAP”

Anjing – Anjing Neraka

Di tengah menghadapi krisis ekonomi global, kaum muslimin di cengangkan dengan beberapa aksi TERORISME yang telah mencoreng citra islam di mata dunia. Kejadian-kejadian itu menimbulkan banyak keraguan di hati manusia -khususnya kaum muslimin- tentang agamanya sebagai agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Sehingga mereka menjadi bingung dan berusaha menjauhi agamanya yang murni serta antipati terhadap sunnah Nabinya -Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam-. Naudzu billahi min dzaalik. Lanjutkan membaca “Anjing – Anjing Neraka”

Jangan Tertipu oleh Kebanyakan Manusia

Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [Al-An’âm: 116]

Seorang muslim dan muslimah telah dibekali dengan keyakinan yang meneguhkannya di atas agama. Keadaan kebanyakan manusia, bukanlah ukuran bagi mereka dalam menentukan langkah atau mengasah sikap. Kebenaran tidak mesti diwakili oleh jumlah yang banyak. Lanjutkan membaca “Jangan Tertipu oleh Kebanyakan Manusia”

Menyibak Hakikat Hizbut Tahrir (Bantahan terhadap Kesesatan Hizbut Tahrir) [Bag. 1]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillaah pada artikel sebelumnya tentang Hizbut Tahrir yang berjudul “Mengapa Hizbut Tahrir Membenci Arab Saudi…?!” (http://sofyanruray.info/mengapa-hizbut-tahrir-membenci-arab-saudi/), telah kami paparkan secara ringkas tentang kesesatan Hizbut Tahrir agar diwaspadai oleh kaum muslimin. Insya Allah ta’ala pada artikel ini akan kami jelaskan lebih rinci poin-poin kesesatan tersebut agar kaum muslimin semakin memahami dengan baik dan lebih berhati-hati dari kesesatan-kesesatan tersebut, dan semoga mereka yang masih bersimpati terhadap kelompok sesat ini tidak berprasangka buruk dan tidak asal menuduh orang-orang yang berusaha menasihati mereka, serta tidak mudah termakan pembelaan diri para pengikut Hizbut Tahrir dengan melemparkan tuduhan secara membabi buta terhadap orang yang mengkritik mereka. Lanjutkan membaca “Menyibak Hakikat Hizbut Tahrir (Bantahan terhadap Kesesatan Hizbut Tahrir) [Bag. 1]”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑