5 Kesalahan yang Sering Ditemukan Dalam Shalat Tarawih

Ada lima kesalahan yang sering kita temukan ketika shalat tarawih

1- Dzikir berjama’ah di antara sela-sela shalat tarawih dan ba’da witir. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah berkata, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dzikir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11:190)
2- Melafazhkan niat selepas shalat tarawih. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Raudhah Ath-Thalibin, 1:268).
Lanjutkan membaca “5 Kesalahan yang Sering Ditemukan Dalam Shalat Tarawih”

Iklan

Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”).
Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ
“Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim no. 976, Ibnu Majah no. 1569, dan Ahmad 1: 145).
Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.
Lanjutkan membaca “Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan”

Adakah Doa Khusus di Awal Bulan Ramadhan?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tanya: Adakah doa khusus di awal bulan Ramadhan?

Jawab: Tidak ada, namun terdapat doa umum dalam sebuah hadits yang dishahihkan sebagian ulama, dan berlaku bagi setiap bulan, yaitu:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

“Allaahumma ahlilhu ‘alayna bil yumni wal iimaan was salaamah wal islaam. Robbi wa Robbukallaah”

“Ya Allah jadikanlah penglihatan kami terhadap bulan ini senantiasa bersama keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Robbku dan Robbmu adalah Allah.” [HR. At-Tirmidzi dari Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu’anhu, Shahih At-Tirmidzi: 2745]

Doa ini disebutkan dalam beberapa lafaz dan riwayat, satu dengan yang lainnya saling menguatkan, diantaranya adalah yang kami sebutkan di atas.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber : http://sofyanruray.info

Potret Para Muballigh di Bulan Ramadhan

Di bulan Ramadhan lalu kita “dihibur” oleh para muballigh (da’i) dengan berbagai macam penampilannya, mulai dari melawak sampai menangis(?). Sebagian muballigh tersebut meninggalkan potret dan kenangan yang amat menyedihkan kita. Bagaimana kita tak bersedih, sementara mereka telah melakukan beberapa pelanggaran besar di sisi Allah.

Para pembaca yang budiman, sebagian muballigh dan ustadz tersebut telah terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran besar. Kali ini kami akan menyebutkan sebagian diantara pelanggaran-pelanggaran tersebut, seperti: Lanjutkan membaca “Potret Para Muballigh di Bulan Ramadhan”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑